Perusahaan Tidak Mempunyai Sumur Resapan Dikenai Sanksi

Dengan bertumbuhnya Kabupaten Gresik menjadi daerah kawasan industri, tentu di padati oleh perusahaan besar, sedang, kecil. Untuk itu perlu keseimbangan ekosistem untuk menjaga melestarikan alam, melalui program  penataan ruang terbuka hijau (RTH) dan pembuatan sumur resapan dalam rangka observasi sumber daya air agar keseimbangan itu masih tetap terjaga.

Jumlah perusahaan yang mencapai ribuan, bila tidak segera dilakukan antisipasi sejak dini terhadap dampak lingkungan,  maka siapa yang akan menanggung. Untuk itu Pemkab Gresik sekarang tengah gencar-gencarnya untuk mensosialisasikan pembuatan sumur resapan terutama pada perusahaan.
Menurut Kabag Administrasi Sumber Daya Alam (SDA) Ir Sentot Supriyohadi Selasa (24/8) mengatakan, bahwa program pembuatan sumur resapan itu. Pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada pengusaha real estate, industri pabrik baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.

Untuk menyediakan sumur resapan, untuk mengantisipasi segala kemungkinan terjadinya alam tidak bersahabat, seperti saat kemarau panjang kekurangan air atau bila hujan tiba terjadi banjir.
Dengan adanya sumur resapan, diharapkan mampu membuat air bila dalam musim hujan bisa diserap. Untuk suksesnya program ini bukan milik SDA, tapi harus didukung oleh  peran serta masyarakat, dalam pengawasan exploitasi dan keseimbangan lingkungan.
Sebab SDA mempunyai tiga fungsi yaitu Fungsi Produksi, Fungsi Sosial dan Fungsi Ekonomi. Ini jika tidak di tangani dengan baik dan bijak akan menjadi kerusakan-kerusakan, seperti galian C yang menjadi tandus, kritis dan rawan longsor.
Menurut Sentot, berdasarkan UU 26/200 dan Permendagri 1/200 komposisi RTH adalah 30% dariluas wilayah perkotaan, untuk RTH Publik 20%, RTH Privat 10%. Dan sesuai dengan Perda Penataan RTH di Gresik, maka kawasan industri, pabrik, pergudangan berkwajiban menyediakan lahan RTH minimal 20%. Dan setiap pengembang perumahan juga wajib menyediaan RTH minimal 30%, untuk bangunan komersil dan bangunan umum.
“Dalam sosialisasi sudah mendekati masa habis, dengan batas waktu yang sudah ditentukan. Setelah ini akan segara kita berlakukan, kami sekarang tinggal laporan pada bupati. Setelah itu, SDA akan berlakukan dengan serius aturan tersebut,” ujarnya.
Memang dalam sosialisasi yang sekarang ini di fokuskan pada perusahaan saja,  pada program ini setiap perusahaan diwajibkan untuk membuat 4 sampai 5 sumur resapan. Dengan satu sumur kedalamanya 10 meter dan lebarnya 1 sampai 1,5 meter, serta jaraknya per sumur adalah 500 meter. “Kalau tidak membuat akan dikenakan sanksi tegas, selain itu pada pengurusan air bawah tanah (ABT), pengajuanya tidak akan di proses. Karena sudah menjadi salah satu syarat yang utama, bila tidak mempunyai sumur resapan maka SDA tidak akan mengeluarkan izinnya,” pungkasnya. [kim]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s